https://dikabari.com/2020/07/30/ini-cerita-kabareskrim-tentang-penangkapan-buronan-djoko-tjandara-adanya-di-malaysia/

Pernyataan Sikap Dulur Ganjar  Pranowo (DGP) Mendukung Pemilihan Presiden 2024 ada DUA POROS

Dikabari.com | Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Kelompok Relawan Dulur Ganjar  Pranowo (DGP) mendukung Ganjar Pranowo sebagai penerus Jokowi dan mendorong Ganjar Pranowo diajukan sebagai Capres 2024 oleh PDI Perjuangan

Oleh karena itu melakukan Pernyataan Sikap pada, Sabtu (10/9/2022) di Cafe Mora Tabo, Jalan Ciliman No. 1, Menteng, Jakarta Pusat bertema : Dari Skenario Hanya 2 POROS menjadi POROS TUNGGAL (Paslon Capres/Cawapres Tunggal).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Dulur Ganjar Pranowo (DGP), Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Victor. E Simanjuntak, SE, MM didampingi Dewan Penasehat Sabar Mangadoe Tambunan, mengatakan menjelang PILPRES 2024 nanti, menduga dan melihat pergerakan politik kedepan, diperkirakan hanya ada dua poros,

Sehingga Victor. E Simanjuntak mengaku sangat setuju terhadap dua poros ini, apalagi menurutnya, dua poros yang diupayakan oleh PDI-P ini, nantinya bisa akan ada kesepakatan-kesepakatan

“Kalau melihat situasi ini, ya sepertinya ada kesepakatan-kesepakatan seperti dikatakan bahwa harus ada 115 kursi untuk bisa mencalonkan, kita tahu bahwa PKS dengan Demokrat itu tidak bisa, sedangkan Nasdem sendiri kelihatannya pun akan lari-lari. Nah kalau itu terjadi bisa satu poros saja, karena ini akan bergabung, jadi satu poros, yang satu lagi tidak bisa, tidak forum, tetapi kita tidak setuju itu, harus ada dua poros, supaya kelihatannya baik, dan memang kalau menang dengan bertarung begitu, kita juga bangga,” jelasnya.

Apalagi menurut Dewan Pembina Dulur Ganjar Pranowo (DGP) pada PILPRES 2024 nanti, Jokowi sendiri tidak menghendaki 3 (tiga) periode, karena diketahui, Jokowi sendiri sangat konstitusional, apalagi memang dalam UU Pemilu, dijelaskan tidak ada Calon Presiden bisa untuk tiga periode.

Untuk itu Dewan Pengurus Dulur Ganjar Pranowo (DGP), memberikan pernyataaan sikap, bahwa sangat mendukung Pemilihan Presiden 2024 nanti, ada DUA POROS.

“Kta dukung itu, tetapi kita tidak pernah mendukung Presiden ada 3 (Tiga) Periode, itu pernyataan sikap Dulur Ganjar Pranowo (DGP), tentu akan berbeda dengan pernyataan sikap yang lain, yang sama-sama pendukung Ganjar Pranowo,” ungkap Dewan Pembina Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Victor. E Simanjuntak, SE, MM.

Pernyataan Sikap DULUR GANJAR PRANOWO (DGP).

1. Kelompok Relawan Juang Politik Dulur Ganjar Pranowo (DGP) Mendukung Ganjar Pranowo sebagai Penerus Jokowi.

DGP Mendorong Ganjar Pranowo Diajukan Sebagai Capres 2024 Oleh PDI Perjuangan dan berjuang agar GP Menang Menjadi Presiden RI Periode 2024-2029.

Untuk mewujudkan GP menjadi Capres 2024 Dimaksud, maka Seluruh Relawan DGP Bekerja mempopulerkan Ganjar, dari yang saat ini baru di kenal oleh, atau tingkat popularitas mencapai di sekitaran 70% Masyarakat, Menjadi Diatas 90%.

Agar dengan demikian tingkat Elektabilitas Ganjar Dapat Mencapai Minimal 45%

2. Peneguhan Arah Juang DGP Semakin Bangun Persatuan Dan Kebersatuan Rasa Kebangsaan Indonesia, dimana Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila yang telah terbukti dalam perjalanan sejarah sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai kini mampu mewujudkan Persatuan Dan Kebersatuan Bangsa yang Teramat Bhinneka Tunggal Ika ini

3. Bahwa DGP Mendukung PDI Perjuangan Mengupayakan Terjadinya Hanya 2 POROS Partai.

Atau Berarti Hanya Akan Terdapat 2 Paslon Capres/Cawapres. Yaitu Paslon Capres/Cawapres Yang Diajukan Oleh Poros Kesatu Dan Poros Kedua.

DGP-pun Mengharapkan Tidak Terjadi Poros Tunggal Partai. Atau Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

Namun bisa saja terjadi, karena adanya kesepakatan antar partai politik. Maka dalam hal kemungkinan inilah Presiden Jokowi Dan DPR-RI Harus Segera Melakukan Revisi UU no. 7 tahun 2017 Tentang Pemilu. Revisi UU Dimaksud Untuk Mengantisipasi Dan Mengakomodir Dengan Baik Bila Pada Akhirnya Terjadi Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

Oleh Karena Itu Sesungguhnya Bola ada di tangan Presiden Jokowi dan DPR-RI.

4. Meminta Agar Presiden Dan DPR-RI Segera Melakukan Revisi UU no. 7 tahun 2017 Tentang Pemilu. Revisi UU Dimaksud Untuk Mengantisipasi Dan Mengakomodir Bila Terjadi Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

5. Arahan DPP DGP Kepada Setiap Kepengurusan DGP Kabupaten Dan Kota Agar Seluruh Relawan Bergerak Dan Berkerja Mensosialisasikan Ganjar Sebagai Capres 2024 Secara Besar-Besaran, Terutama Di Darat

Penjelasan :

1. Kelompok Relawan Juang Politik Dulur Ganjar Pranowo (DGP) Mendukung Ganjar Pranowo Penerus Jokowi.

DGP Mendorong Ganjar Pranowo Diajukan Sebagai Capres 2024 Oleh PDI Perjuangan dan berjuang agar GP Menang Menjadi Presiden RI Periode 2024-2029.

Untuk mewujudkan GP menjadi Capres 2024 Dimaksud, maka Seluruh Relawan DGP Bekerja mempopulerkan Ganjar, dari yang saat ini baru di kenal oleh, atau tingkat popularitas mencapai di sekitaran 70% Masyarakat, Menjadi Diatas 90%.

a) Bahwa DGP mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 adalah kader ideologis PDI Perjuangan yang paling tepat untuk meneruskan kepemimpinan rejim arus perubahan yang saat ini sedang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

Bahwa DGP mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 adalah kader ideologis PDI Perjuangan yang paling tepat untuk meneruskan kepemimpinan rejim arus perubahan yang saat ini sedang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

b) Prestasi Ganjar sebagai Gubernur Jateng periode 2013-2018 dan 2018-2023 terutama dalam mengurangi kemiskinan penduduk Jawa Tengah.

c) Sikap tegas Ganjar terhadap radikalisme dan intoleransi berkedok agama.

d) Mencermati dengan seksama hasil survei tentang popularitas dan elektabilitas bakal Capres Ganjar Pranowo yang meningkat secara konsisten sejak satu setengah tahun terakhir ini.

Berdasarkan pada hasil survei selama satu setengah tahun terakhir dari 4 lembaga survei yang terpercaya, yaitu Litbang Kompas, SMRC dan Charta Politika serta Poltracking, ternyata meskipun popularitas Ganjar saat ini masih sekitar 70%, namun elektabilitasnya saat ini sudah me uplampaui Prabowo dan Anies Baswedan.

Ini berarti meskipun tingkat popularitas Ganjar baru hanya sekitar 70% dan angka ini masih jauh dibawah popularitas Prabowo yaitu sekitar 95% dan popularitas Anies Baswedan sekitar 90%, namun ternyata kini elektabilitas Ganjar Pranowo menurut survei Poltracking pada bulan Agustus 2022 lalu telah mencapai 26.6%, sudah diatas elektabilitas Prabowo Subianto 19.7%, apalagi dibanding elektabilitas Anies Baswedan yang hanya 17.7%% dengan jumlah responden yang menjawab Tidak Tahu/Tidak menjawab 7.2%.

Di saat nanti tingkat popularitas Ganjar sudah mencapai diatas 90%, maka DGP meyakini bahwa Elektabilitas Ganjar Pranowo akan mampu mencapai minimal 2X elektabilitas Prabowo.

2. Peneguhan Arah Juang DGP Semakin Bangun Persatuan Dan Kebersatuan Rasa Kebangsaan Indonesia

a) Dalam rangka semakin membangun persatuan dan kebersatuan rasa kebangsaan Indonesia dengan berpegang teguh pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang berakar kokoh pada Budaya 714 Suku Nusantara.

b) Menolak Politik Indentitas, baik yang berdasarkan suku, golongan, maupun agama manapun.

c) Menolak Siapapun Paslon Capres dan Cawapres yang didukung oleh kekuatan politik identitas. Paslon Capres dan Cawapres yang didukung baik oleh partai politik maupun organisasi masyarakat manapun, maupun yang berbentuk jaringan.

d) Melawan semua paham dan tindakan intoleransi yang berkedok dan bertameng agama dan ayat-ayat Kitab Suci agama manapun.

e) Secara khusus mengajak para tokoh agama dan budayawan serta cendikiawan dimanapun berada untuk bersatu-padu dan bergotong-royong dalam meningkatkan rasa persatuan dan kebersatuan bangsa. Yaitu membangkitkan semangat toleransi dengan saling menghormati serta saling bangun rasa empati dan bangun kerjasama antar umat beragama selama menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024;

3. Bahwa DGP Mendukung PDI Perjuangan Mengupayakan Terjadinya Hanya 2 POROS

Atau Berarti Hanya Akan Terdapat 2 Paslon Capres/Cawapres. Yaitu Paslon Capres/Cawapres Yang Diajukan Oleh Poros Kesatu Dan Poros Kedua.

DGP-pun Mengharapkan Tidak Terjadi Poros Tunggal Partai. Atau Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

Namun bisa saja terjadi, karena adanya kesepakatan antar partai politik. Maka dalam hal kemungkinan inilah Presiden Jokowi Dan DPR-RI Harus Segera Melakukan Revisi UU no. 7 tahun 2017 Tentang Pemilu. Revisi UU Dimaksud Untuk Mengantisipasi Dan Mengakomodir Dengan Baik Bila Pada Akhirnya Terjadi Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

Oleh Karena Itu Sesungguhnya Bola ada di tangan Presiden Jokowi dan DPR-RI.

DGP Mengharapkan Tidak Terjadi Poros Tunggal Partai, Atau Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

a) Sikap dan tindakan dukungan ini untuk menjamin Keberlanjutan Rejim Arus Perubahan yang saat ini sedang dipimpin oleh Presiden Jokowi 2014-2024. Agar Rejim Arus Perubahan ini tetap dapat berkelanjutan selama periode 2024-2034 berikutnya, maka DGP mendukung upaya PDI Perjuangan mengupayakan hanya 2 POROS Partai atau Hanya 2 Paslon Capres/Cawapres.

Yaitu terciptanya Poros Kesatu dan Poros Kedua Partai. DGP menilai bahwa upaya ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan untuk dicapai terlebih dahulu oleh PDI Perjuangan sesegera mungkin sebelum menentukan Siapa Paslon Capres/Cawapres yang akan diusung Poros Kesatu Partai ini.

b) Untuk itu, maka Kelompok Relawan Juang Politik Dulur Ganjar Pranowo, atau DGP yang telah bergerak di darat sejak tanggal 09 Desember 2020 yang lalu, mendukung Poros Kesatu Partai ini dengan Capresnya adalah Ganjar

Poros Kesatu Partai yang dimaksud terdiri dari partai PDIP ditambah dengan Golkar, PAN, PPP ( yaitu Koalisi Indonesia Bersatu, atau KIB) serta ditambah dengan partai Gerindra dan PKB ( yaitu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya). Total terdiri dari 6 partai parlemen.

Sedangkan Poros Kedua Partai terdiri dari partai Demokrat, PKS dan NasDem.

c) Dan Kelompok Relawan Juang Politik Dulur Ganjar Pranowo atau DGP juga tetap akan mendukung Poros Kesatu Partai ini apabila dirasa perlu harus ditambah lagi dengan partai NasDem. Sehingga jumlah total menjadi 7 Partai Parlemen.

Dengan demikian akan terjadilah Poros Tunggal atau Paslon Capres/Cawapres Tunggal. Untuk terjadinya Poros Tunggal Partai ini, DGP tetap mendukung asalkan Capresnya adalah Ganjar Pranowo

Karena dua partai sisanya, yaitu partai Demokrat dan PKS sebagai Poros Kedua Partai sudah tidak bisa lagi mengajukan Paslon Capres/Cawapres. Hal ini diakibatkan oleh karena jumlah total kursi DPR-RI 2019-2024 hanya 104, berarti masih dibawah ambang batas President Threshold yaitu 115 kursi.

Dengan kata lain Poros Kedua sesungguhnya sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah Poros Kesatu Partai alias telah menjadi Poros Tunggal dengan Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

Agar rakyat semesta tetap dapat menikmati pesta demokrasi dalam 5 tahun sekali ini, yaitu Pilpres 2024 yang berbarengan dengan Pileg 2024. Agar rakyat semesta ramairamai pergi ke TPS untuk mencoblos pada tanggal 14 Februari 2024 nantinya.

4. Meminta Agar Presiden Dan DPR-RI Segera Melakukan Revisi UU no. 7 tahun 2017 Tentang Pemilu. Revisi UU Dimaksud Untuk Mengantisipasi Dan Mengakomodir Bila Terjadi Paslon Capres/Cawapres Tunggal.

5. Arahan DPP DGP Kepada Setiap Kepengurusan DGP Kabupaten Dan Kota Agar Seluruh Relawan Bergerak Dan Berkerja Mensosialisasikan Ganjar Sebagai Capres 2024 Secara Besar-Besaran Terutama Di Darat.

a) Bahwa setiap DGP Kota dan Kabupaten yang sudah terbentuk untuk sesegera mungkin membentuk kepengurusan DGP Kecamatan, Desa dan Kelurahan, serta Dusun dan RW/RT sebanyak-banyaknya.

b) Memerintahkan setiap Kepengurusan DGP Kabupaten dan Kota bersama DGP Kecamatan, Desa dan Kelurahan, serta Dusun dan RW/RT melakukan kegiatan pendaftaran anggota DGP secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya

c) Kepada seluruh Pengurus dan anggota DGP di tiap tingkatan wilayah melakukan kegiatan sosialisasi secara besar-besaran di darat, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di komunitasnya masing-masing.

Semua kegiatan di darat dimaksud kemudian dibagikan ke dunia medsos. Agar popularitas Ganjar yang saat ini baru mencapai 70% dapat segera mencapai diatas 90%, yaitu setara dengan popularitas Prabowo 95% dan Anies Baswedan 90%.

d) Bahwa DGP meyakini di saat nanti popularitas Ganjar telah mencapai di atas 90% maka diperkirakan elektabilitas Ganjar dapat mencapai minimal 2X elektabilitas Prabowo.

Menurut laporan survei Poltracking pada bulan Agustus 2022 terhadap 10 bakal Capres, elektabilitas Ganjar 26.6% dan Prabowo 19.7% serta Anies Baswedan 17.7% dengan menjawab tidak tahu 7.2%.

e) Kelompok Relawan Juang Politik Dulur Ganjar Pranowo, DGP berkeyakinan bila elektabilitas Ganjar telah mencapai minimal 2X elektabilitas Prabowo, mirip dengan peristiwa di Pilpres 2014 yaitu terpilihnya Jokowi sebagai Capres, maka Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan memilih Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 yang diajukan oleh PDI Perjuangan. Bukannya Prabowo Subianto, apalagi Puan Maharani.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *