Laporan Balik Doelipa Terhadap Aliansi Advokat Anti Hoaks Ditanggapi Santai: Kami Punya Bukti Menjeratnya

Dikabari.com | Jakarta – Merasa punya bukti lengkap, Aliansi Advokat Anti Hoaks dengan santai menanggapi laporan balik Deolipa Yumara ke Polres Jakarta Selatan. Bahkan pengacara senior ini, akan membuka seluruh bukti yang akan menjerat Deolipa Yumara masuk penjara.

Meski begitu Aliansi Advokat Anti Hoaks memaklumi Deolapia melaporkan balik. Karena itu hak pribadi dan hak sebagai warga negara. Namun mengingatkan bahwa Aliansi Advokat Anti Hoaks terhadap para pengacara yang bertindak diluar etika dan tidak menjaga marwah profesi Advokat.

Pernyataan ini, disampaikan Zakirudin dengan didampingi pengacara lainnya, di kantor Aliansi Advokat Anti Hoaks, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022).

Dalam hal ini mereka tengah membahas langkah hukum yang akan dipersiapkan nanti di pengadilan. Bahkan mempersiapkan bukti yang mampu tidak dapat dibantah oleh Deolipa Yumara.

“Terlalu banyak bukti. Kita pun tidak gegabah melaporkannya. Dikaji dengan diskusi mendalam dalam tim,” ungkap Zakirudin.

Bahkan, saat melaporkan Deolipa atas pernyataan dugaan sebarkan Hoaks pun. diungkap Zakirudin pihak Mabes Polri memanggil ahli terkait. Sampai akhirnya diterima laporan dari Aliansi Advokat Anti Hoaks.

Bagi Zakirudin. Sengaja dirinya dan tim menyimpan peluru, atas bantahan Deolipa Yumara, di streaming Kompas TV beberapa hari lalu, saat menanggapi laporan Aliansi Advokat Anti Hoaks.

“Satu saja saya buka. Biar mantan pengacara Bharada E ini berpikir lagi kalau bicara. Saya ingatkan ya, saat dia tampil di ILC dan ditanya Karni Ilyas. Sampai Karni Ilyas selaku pembawa acara menuduhnya,” terangnya.

Pengacara senior inipun membuka transkip percakapan Deolipa Yumara dan Karni Ilyas. Dalam percakapan yang direkam itu, Karni bertanya pada Deolipa, bahwa tidak ada kata dugaan tapi tuduhan yang dikatakan Deolipa terkait hubungan asmara Putri Candrawati dengan Kuat Ma’ruf.

“Saya ini menjadi pengacara sejak 1987. Disumpah sebagai Advokat dengan seleksi ketat dan memenuhi beracara di pengadilan. Banyak kasus besar pernah saya tangani. Jadi gak seperti sarjana hukum sekarang ini begitu mudah jadi advokat,” beber Zakirudin.

Karena itu, sambungnya tidak akan gentar dan kuatir jika laporannya dianggap ‘sepele’ oleh Deolipa Yumara dengan melapor balik tim Aliansi Advokat Anti Hoaks.

“Tunggu saja hakim yang ketok palu,” pungkas Zakirudin dan tim Aliansi Advokat Anti Hoaks.

Sebelumnya dihari dan tanggal yang sama Deolipa mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. Ia tiba di Polres Metro sekitar pukul 13.16 WIB, Senin (5 September 2022) melaporkan balik Aliansi Advokat Anti Hoax atas tudingan penyebaran berita bohong dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“Pertama saya akan melaporkan ke kepolisian atas adanya dugaan tindak pidana yang pertama Pasal 317 KUHP, yang dilaporkan Zakirudin karena dia melaporkan saya dengan dugaan pasal UU Keonaran, saya laporkan balik dia, pasal 317 KUHP laporan tidak benar atau persangkaan palsu yang dia laporkan ke kepolisian,” ungkap Deolipa kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Disamping itu kedatangannya di Polres Metro Jakarta Selatan juga melaporkan soal pencemaran nama baik.

“Kedua, Pasal pencemaran nama dengan UU ITE, baik terutama saya dan Pak Kamaruddin. Tapi Pak Kamaruddin tidak mau melapor, dia suruh saya. Jadi, saya yang melaporkan atas pencemaran nama baik yang dilakukan Pak Zakirudin & partner, maksudnya Aliansi Advokat Anti Hoax,” bebernya.

Laporan Deolipa ini terdaftar dengan nomor LP/2111/IX/2022/RJS yang tercatat pada 5 September 2022.

Namun menurut Deolipa, Zakirudin telah melanggar Pasal 27 Juncto 45 ayat 3 UU 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 315 KUHP dan Pasal 14, Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946.

“Jadi pasal yang dia lapor ke saya, saya lapor dia dengan pasal yang dia punya. Jadi pasal ini kaya bumerang. Pasalnya kembali ke dia,” ungkap Deolipa.

Ia mengaku memiliki bukti dalam pelaporan itu dan menyebutkan bahwa pernyataan yang dilontarkannya mengenai hubungan intim antara Putri Candrawathi dengan Kuat Ma’ruf hanya sebatas dugaan semata. Pernyataan itu sebelumnya yang dipermasalahkan oleh Aliansi Advokat Anti Hoax.

Sebelumnya Zakirudin & partner tergabung dalam Aliansi Advokat Anti Hoax melaporkan Dimana Deolipa dan Kamaruddin dituduh melanggar Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Dalam laporan tersebut, Zakirudin turut melampirkan sejumlah barang bukti, diantaranya tangkapan layar berita media online yang memuat pernyataan Kamaruddin serta Deolipa.

*/Doni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *