PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Perdana Gugatan Deolapia vs Bharada E Hingga Bareskrim Polri

Dikabari.com | Jakarta – Sidang gugatan  Deolipa terhadap Bharada E hingga Bareskrim Polri untuk membayar fee sebesar Rp 15 miliar disidang hari ini, Rabu (7 September 2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang gugatan ini, Deolipa melalui kuasa hukumnya Emanuel Herdiyanto dari Bhineka Tunggal Ika. mengambil langkah tegas, baik pada kliennya yakni Bharada E, pengacara baru Bharada E, dan Kapolri cc Bareskrim meminta PN Jaksel menjatuhkan hukuman membayar fee pengacara dan atas perbuatan tidak menyenangkan oleh Bharada E, dengan mencabut kuasa hukumnya secara sepihak. Sehingga wajib mengganti kerugian sebesar 15 milyar.

“Hari ini jam 10 pagi, agenda sidang gugatan perdata terhadap pencabutan surat kuasa Bharada Eliezer yang cacat formal,” terang Emanuel disela hadiri Sidang Gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7 September  2022) kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

“Bisa saja dituntut ganti rugi di angka 1 trilyun. Atau 50 milyar. Nah, Deolipa hanya menyebut 15 milyar saja, sebagai sukses fee dari kasus yang sempat pernah ditanganinya. Hanya suatu sebab yang tidak ada alasan pencabutannya, Deolipa merasa dirugikan secara sepihak,” jelas Emanuel Herdiyanto disela hadiri Sidang Gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7 September  2022).

Menurut Emanuel nilai 15 milyar itu hanya serta merta saja terucap. Meski tidak ada dalam perjanjian.

“Agendanya mediasi dulu. Bila gagal baru dilanjutkan ke persidangan,” imbuh Emanuel.

Sebelumnya Deolipa menyebut gugatan ini dilayangkan dirinya dan Boerhanuddin terhadap tergugat Kabareskrim, Bharada E, dan Ronny Talapessy selaku pengacara baru Bharada E. Sidang gugatan digelar di PN Jaksel.

“Dalam gugatan ini meminta PN Jaksel menjatuhkan hukuman Tergugat I, Tergugat II, dan Tergugat III secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee pengacara kepada para penggugat sebesar Rp 15 miliar,” ungkap Deolipa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (15/8/2020).

Deolipa mengatakan pihaknya juga menuntut supaya dia dan Boerhanuddin tetap menjadi penasihat hukum Bharada E yang sah dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Tak hanya itu, dia juga menuntut agar mempunyai hak untuk membela Bharada E sampai di pengadilan.

Dalam hal ini Emanuel pengacara hukum Deolipa menganggap kuasa hukum baru Bharada E (Ronny Talapessy SH), telah cacat hukum mengganti posisi Deolipa Yumara sebagai kuasa hukum sebelumnya.

“Kita juga rencana besok melayangkan surat ke Presiden Jokowi. Meminta diganti dengan pimpinan baru Kabereskim dan dirpendum,” ungkap Emanuel.

Dilain hal sejalan dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua ini, Deolipa akan laporkan Komnas HAM dan Komnas Perempuan, telah membuat pernyataan menyesatkan.

“Kita akan laporkan Komnas HAM dan Komnas Perempuan, telah membuat pernyataan menyesatkan, bahwa Joshua melakukan pelecehan seksual pada Ibu Putri. Dan mengakibatkan suaminya (Fredy Sambo, mantan Kadiv Propam) marah besar,” tandas Emanuel.

Emanuel menganggap, tidak layak kedua lembaga itu (Komnas HAM dan Komnas Perempuan), berbicara diluar persidangan. Terlebih mengambil

Gugatan ini dilayangkan oleh Deolipa dan Boerhanuddin dengan tergugat Kabareskrim, Bharada E, dan Ronny Talapessy selaku pengacara baru Bharada E. Sidang gugatan digelar di PN Jaksel.

Namun dalam sidang hari ini, Hakim menyatakan Sidang ditunda, karena Pihak Tergugat tak ada yang hadir., juga ada kelengkapan yang masih perlu dilengkapi. Maka sidang dilanjutkan Minggu depan, Rabu (14 September 2022).

*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *