Ketua Komnas PA, Arist: Anies Gagal Paham Terhadap Keterlibatan Anak Dalam Aksi Demonstrasi Belakangan Ini

Jakarta, Dikabari.com – Anies gagal paham terhadap keterlibatan anak dalam aksi demonstrasi belakangan ini. Anies telah melecehkan gerakan perlindungan Anak dan para pegiat perlindungan di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Ketua  Umum Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menanggapi statemen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media yamg mengatakan tidak mempersoalkan banyaknya pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi belakangan ini.

“Demonstrasi untuk menyuarakan pendapat apapun kepentingannya di jamin oleh Undang-undamg, tetapi dengan tegas melarang melibatkan anak-anak. Karena menurut UU Perlindungan anak dan Konvensi PBB tentang Hak Anak melibatkan dan mengerakan anak dalam aksi demonstrasi itu merupakan eksploitasi politik,” jelas Arist, kepada  Dikabari.com melalui WA, Kamis (15/10/2020).

Ia menyesalkan sikap Anies sebagai Gubernur DKI tak layak diucapkan sebagai pemimpin umat di DKI Jakarta. “Seharusnya Anies melindungi anak dari aksi kekerasan bukan justru mengajarkan melakukan kekerasan dan ujaran kebencian. Itu artinya Anies bukan sahabat anak,. Anies justru pecinta aksi kekerasan..Anies gubernurnya siapa? Anies gagal paham terhadap perlindungan anak,” tegasnya.

Dikatakan Arist bahwa Mekanisme Nasional untuk memberi ruang bagi anak untuk mengeluarkan pendapatnya dapat dilakukan melalui komunitas sekolah. Kongres Anak Indonesia dan Forum Anak Nasional maupun pembentukan Forum Anak di masing-masing tempatnya yang dilakukan setiap tahunnya. Baik yang dilakukan dan difasilitasi pemerintah maupun lembaga-lembaga perlindungan anak.

“Bukan dikerahkan turun ke jalan untuk melakukan kekerasan dan dimanfaatkan untuk melakukan bentrok dengan pihak keamanan ” ujarnya.

Aries mengingatkan.  Bahwa belajar demokrasi dan peduli terhadap bangsa dapat dilakukan anak di rumah maupun di lingkungan sekolah.

“Komnas Perlindungan Anak mendesak Anies Basedan Gubernur DKI Jakarta untuk segera menarik statemennya. Karena sikapnya itu melanggar hak anak dan melecehkan anak,” pungkas Ketua Umum Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Dg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Sponsor