https://dikabari.com/2020/07/30/ini-cerita-kabareskrim-tentang-penangkapan-buronan-djoko-tjandara-adanya-di-malaysia/

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kulonprogo, Pentingkan Nampang, Daripada Edukasi Protokol Kesehatan ?

 

Kulonprogo, Dikabari.com – Dalam arahan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, bahwa dalam penanganan Covid-19 perlu memberikan edukasi pada masyarakat langsung tentang penerapan protokol kesehatan. Yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Akan tetapi bagi Fajar Gegana, selalu Ketua Gugus Tugas covid-19 Kolon Progo, melakukan hal  berbeda ditengah pandemi Covid 19, yang seharusnya dilakukan.

Pasalnya Gugus Tugas covid-19 Kolon Progo hanya menebar spanduk di sepanjang jalan raya Kulon Progo. tapi  tak memberikam edukasi maupun contoh penerapan Protokol Kesehatan. Artinya apa yang diperbiuat nol besar.

Bahkan buktinya untuk diri sendiri, sebagai Ketua Gugus Covid mengabaikan Protokol Kesehatan Covid 19. Padahal himbauan pemerintah siapapun tanpa kecuali, harus mengenakan masker. Tapi justru Foto Ketua Gugus Tugas covid 19 memamerkan kacamata hitamnya, tanpa mengenakan masker.

Melihat dari apa  yang dilakukan sebagai Ketua Gugus Tugas, Fajar terlihat tak paham apalagi mengerti akan tugasnya. Bahkan dari penilaian masyaralat terkesan tak mau menerima, alias ngeyel  jika menerima masukan dari mitra maupun rekan sejawatnya.

Warga Kulon Progo yang melihat upaya orang nomor dua di Kulon Progo yang suka menebar spanduk pun bergumam. “Sebagai ketua gugus tugas seharusnya memberi contoh baik itu dalam perilaku maupun himbauan. Yen ndelok fotone neng spanduk, kuwi adol rupo (kalau lihat foto di spanduk itu mau jual tampang,” kata Budi, warga Jogja.

Ironis sekali, di lapangan anggota TNI-Polri tak henti-henti  memberikan pemahaman  pentingnya protokol kesehatan pada masyarakat luas. Tapi justru bertolak belakang dengan apa yamg diperbuat ketua Gugus Tugas covid-19 seharusmya. Dirinya lebih pentingkan memamerkan wajah tanpa masker, mengenakan kacamata hitam, yang dipampang di spanduk sepanjang jalan.

Kini jadi pertanyaan warga Kulon Progo pada umumnya, apakah wakil bupati itu punya maksud lain ?. Apakah ini yang dinamakan kampanye terselubung memanfaatkan covid ?.

“Ini pemborosan anggaran, sebaiknya digunakan yang lebih bermanfaat,” kata warga lain.

Menurutnya tak elok seorang pejabat daerah tak memberikan contoh yang baik.

Apakah karena ketidak tahuannya manangani masalah pandemi corona. Kulon Progo dianggap berhasil menangani penularan covid. Memamg hal itu terbukti, daerah selatan Jogja itu tak pernah mencuat korban virus yang mematikan tersebut. Ig

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Sponsor