Yayasan Graha Ganesha (YGG), Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) Bersama  KCD Pendidikan dan Kebudayaan Peduli Pendidkan Generasi Kota Tangsel

Jakarta, Dikabari.com – Kepedulian Yayasan Graha Ganesha (YGG), Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) bersama  KCD Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel dan Kota Tangerang terhadap Pendidkan Generasi Kota Tangsel.  Dibuktikan dengan  Menandatangai Kesepakatan (MoU) Pemberian 350 Mahasiswa Tidak Mampu (Yatim Piatu Duafa dan Hafiz) se- Kota Tangerang Selatan.

Kepala KCD (Kantor Cabang Daerah)  Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan Heriyanto  sangat mengapresiasi dan mendukung pemberian beasiswa kepada siswa-siswi tamatan SLTA/SMK  tahun 2020 yang tidak mampu, yakni Yatim. Piatu Duafa dan Hafiz (penghapal Alquran),

Ia menyampaikan atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, KCD Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan mengapresiasi terselenggarakannya kegiatan ini. Satu dari sisi aspek tujuan dan kedua aspek manfaat.

foto: Guru-guru BK Se- Kota Tangerang Selatan dengarkan paparan moderator dalam Seminar pendidikan Guru Bimbingan dan Konseling bertema “Meningkatkan Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pemberian Layanan di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0”

“Program ini sangat strategis, terutama mendukung  program-program kami di Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Pada prisnsipnya kami mengapreasi, ini kegiatan yang luar biasa dan kami berharap kegiatan tidak berakhir disini, tapi berlanjut kesempatan yang akan datang,” ungkap Heriyanto saat Penandatangan kerjasama (MoU)  antara 2 Yayasan dengan KCD  Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Pada hari itu sekaligus  diselenggarakan Seminar Pendidikan Guru Bimbingan dan Konseling bertema “Meningkatkan Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam  Pemberian Layanan di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0” oleh Narasumber Pengawas Bimbingan dan Konseling Kota Tangerang Selatan Christini Pudji Bintari, M.Pd, Kons dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ketua ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) Jakarta  Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, pada Sabtu 22 Februari 2020, di Kampus STIE Ganesha, Jl. Legoso Raya No.31, Pisangan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

“Kita ada kemitraan, harapan bagaimana lulusan sekolah bisa terserap, salah satunya masuk ke STIE Ganesha ini. Karena prestasi cukup bagus, dengan motonya Go Internasional”, tambah Heriyanto.

Yayasan Graha Ganesha (YGG) Dan Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) melalui STIE Ganesha wujudkan Pengabdian Masyarakat bidang pendidikan berupa  Program Beasiswa bagi masyarakat tak mampu di Kota Tangerang Selatan. Diberikan kepada calon mahasiswa tamatan SLTA/SMK yang akan menyelesaikan studinya di tahun 2020. Khusus bagi yang tidak bisa membeli kampus yang mahal dan tidak bisa mengikuti seleksi universitas negeri. Pemberian beasiswa dilakukan melalui Guru BK (Bimbingan dan Konseling) tingkat SMA dan SMK Se- Kota Tangerang Selatan,

“Maka kami dari STIE Ganesha  memberikan kesempatan  kepada mereka untuk memberikan beasiswa, terutama yatim, piatu duafa ahfiz  sebanyak 350 calon mahasiswa untuk didik  jurusan Manajemen dan Akutansi selama 4 tahun, sebanyak 144 SKS,”  terang Pembina Yayasan Graha Ganesha, H.Alimudin Almurtala M.M, M,Pd,

Dengan harapan, sambung Alimudin, agar 350 mahasiswa asal  beasiswa dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hasil kerjasama (MoU)  antara 2 Yayasan dengan KCD  Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten agar anak-anak yang tadinya tidak bisa berkuliah karena tidak mampu membeli bangku kuliah dapat menyelesaikan status sarjannya. Sehingga mampu bersaing memasuki dunia kerja dan menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, terutama di Tangsel.

“Bagi yang terbaik juga diberi kesempatan melanjutkan kuliah di S2 sebagai kader bangsa untuk mengisi pembangunan, terutama Kota Tangsel,” ungkap Pembina Yayasan YGG.

Dijelaskannya pemberian Beasiswa ini juga dalam rangka Yayasan Pendidikan Ganesha (YGG) melalui STIE Ganesha dan Yayasan Aldiana Nusantara peduli terhadap putra putri Tangsel yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SLTA/SMK, namun tidak mendapat kesempatan  melanjutkan ke negeri. Dan tak mampu membeli bangku kuliah yang mahal. “Maka STIE Ganesha sebagai wadah mereka untuk melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan pemberian beasiswa bagi putra-putri yang tamat SLTA/SMK  tidak mampu, yakni Yatim. Piatu Duafa dan Hafiz (penghapal Alquran) juga sekaligus Sebagai Keynote speaker  Kepala Cabang Dinas (KCD)  Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan Heriyanto, S.Pd., M.Si dan Pengawas SMK Kota Tangerang Selatan Supriyadi, M.Pd.

Pengawas SMK Kota Tangerang Selatan Supriyadi  yang turut hadir mengutarakan,  ini suatu momen yang sanga luar biasa. Momen  yang didukung semua pihak. Terutama STIE Ganesha akan menjadi bagian atau kemitraan dengan khususnya SMA dan SMK.

“Terutama  lulusan-lulusan SMA dan SMK ini bisa ditampung, bisa dipermudah, khususnya masuk di STIE Ganesha,” ujar Pengawas SMK Kota Tangerang.

Sedangkan Drs, Rasuddin HB, M.M, M.Pd, Direktur Operasional YAN selaku SC menyampaikan Yayasan Aldiana Nusantara dan  Yayasan Graha Ganesha selenggarakan seminar ini  tujuannya bahwa pada era ini digital telah mamasuki semua sektor di sekolah. Sehingga tidak mungkin  dihindari.

“Untuk itu kami melihat suatu yang sangat penting, khususnya  guru BK di dalam mendmapingi siswa ketika dia berada di sekolah. Dan juga kami komunikasi  kepada seluruh stake holder atau pemegang kebijakan, bahwa tugas ini bukan saja tugas guru BK, tetapi seluruh guru,  seluruh pimpinan dan pemerhati pendidikan,” terangnya.

Ketua pelaksanan Seminar, Fatia Aldiana, M.Pd, yang juga Pembina BK Yayasan Aldiana Nusantara mengatakan Yayasan Aldina Nusantara (YAN) melalui SMK Nusantara 1 bersama YGG melalui STIE Ganesha mengadakan seminar pendidikan bimbingan konseling  bagi Guru BK se- Kota Tangerang untuk menunjang sumber daya manusia  bagi guru-guru BK, karena saat ini revolusi digital semaki kencang, sehingga mempengaruhi siswa di sekolah.

“Untuk itu panitia merasa perlu membahas mengeanai era digital, agar guru BK tidak ketinggal dengan teknologi. Dan bisa memfaatkan teknologi untuk memberikan layanan kepada siswa di sekolah,” terang Fatia.  Her

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *