Kuliah Perdana  Program Kerjasama STIE Ganesha dan Batalyon Infanteri 310 Kidang Kancana,  Membantu Program Pendidikan Tinggi   di Lingkungan TNI

Ciputat, dikabari.com – Kuliah Perdana program kerjasama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  Ganesha Jakarta dengan Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana, Sabtu (1/2/2020).

Kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka memberikan akses program pendidikan tinggi bagi Prajurit Tentara Nasional Indonesia, yang berprestasi di lingkungan Batalyon 310/Kidang Kancana dan sipil.

Mubarok, selaku Ketua LPMPB YPGG mengutarakan, perkuliahan ini atas kesepakatan program kerjasama, sebanyak 150 Prajurit TNI akan menempuh pendidikan Sarjana Strata Satu dan Magister Pascasarjana di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha (STIE Ganesha Jakarta).

Pada prinsipnya program kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, yang mana merupakan tugas dari setiap instansi terkait dalam dunia pendidikan termasuk masyarakat. Pendidikan adalah syarat mutlak yang tidak dapat di sampingkan, karena pendidikan merupakan langkah terbaik untuk memajukan bangsa dan negara.

Dosen Pengajar

“Maka diharapkan pemerintah harus melakukan inovasi  untuk meningkatkan kerjasama dalam aspek mutu pendidikan.  Dan maka dari itu untuk menciptakan generasi yang hebat dan tangguh dalam rangka menghadapi kerasnya dunia yang semakin hari semakin dasyat. Diperlukan progam pendukung, salah satunya beasiswa baik untuk orang yang sudah mampu maupun orang yang telah mampu karena selain dapat membantu diri dalam idividu secara nasional juga sangat membantu universal,” terangnya.

Menurut Mubarak juga sangat membantu dalam pelaksananan pemerintahan dalam suatu negara karena pelajar merupakan generasi penerus dalam sebuah negara. Jadi baik buruknya negara itu kedepannya tergantung pada generasi pemuda apabila generasinya cerdas akan ilmu-ilmu maka dalam pemegang negaranya akan baik dan lancar dan semakin maju.

Mubarak meparakan, perlu diketahui, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha berdiri pada tanggal 11 September 1993, dengan nomor SK izin operasional: 131/D/O/1993 dan terakreditasi BAN PT untuk Program Studi Magirter Manajemen dan nomor SK Izin operasional: 373/DIKTI/KEP/2000 tanggal 20 Oktober 2000 dan terakreditasi BAN PT untuk Program Studi S1 Manajemen dan Akutansi.

Di ruang perkulihan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di LLDIKTI Wilayah III yang berada di DKI Jakarta, yang telah berdiri sejak tahun 1993 dibawah Yayasan Pendidikan Graha Ganesha dengan Akta Notaris No: 2/DR.H.Erwal Gewang SH serta Akta Perubahan No.: 25/Nilda, SH. dengan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.01.06-771 tanggal 17 September 2013.

“Sejalan mengikuti pesatnya perkembangan zaman dan persaingan global sebagai suatu kenyataan yang tak mungkin bisa dihindari. Membawa dampak pada persiapan tersedianya sumber daya manusia yang handal, profesional dan excellent. Sekaligus sebagai konsekuensi lembaga pendidikan tinggi harus mampu mencetak tenaga ahli sebagai sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan secara akademik. Serta mampu dalam mempresentasikan masalah secara ilmiah pula. Antara lain menguasai peralatan analisis serta berfikir logis, kritis, sistimatis dan analitis, mempunyai pengetahuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif pemecahan.

Maka, lanjut Mubarak, sebagai wujud latar belakang dimaksud, Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Ganesha dalam pengelolaan pendidikan mempersiapkan tenaga pengajar profesional serta para birokrat yang berpengalaman pada bidangnya dan memiliki kepangkatan lektor sampai guru besar melalui SK Dirjen Dikti demi terciptanya mutu dan kualitas pendidikan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (lptek) yang sedemikian pesat, telah menimbulkan pengaruh dalam sistem kehidupan nasional dan semakin kritisnya tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme TNI di bidang pendidikan. Hal ini mengandung konsekuensi perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

“Demikian pula halnya dengan TNI yang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki peran sebagai  alat negara di bidang pertahanan dituntut adanya upaya untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan dan profesionalisme prajurit TNI, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara optimal dalam menghadapi berbagai tantangan di masa  depan,” Ketua LPMPB YPGG.

Mubarak menyampaikan, dalam membentuk prajurit TNI yang profesionalisme, maka peningkatan kualitas Pendidikan prajurit TNI saat ini menjadi prioritas utama yang harus  diwujudkan melalui program perkuliahan pendidikan tinggi,” jelas Ketua LPMPB YPGG.

Prajurit Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana,

Lebih jahu, Mubarak menyebutkan Pembinaan Pendidikan tinggi prajurit TNI, adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan prajurit TNI. Sehingga pembinaan prajurit TNI harus mempunyai  hubungan yang erat dengan penyelenggaraan pendidikan karena pendidikan pada hakikatnya  merupakan proses investasi kemampuan manusia dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

STIE Ganesha dan Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana Hadir memberikan akses Pendidikan dan kepedulian di bidang peningkatan sumber daya manusia yang unggul melalui peran penting pendidikan yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini, salah satu keunggulan progam ini sangat membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu dalam hal materi untuk melanjutkan program perkuliahan sarjana strata satu dan magister pascasarjana strata dua.

Beasiswa

Hal lainnya, Mubarak mengutarakan, bahwa seseorang yang kurang mampu materinya dapat terus melanjutkan pendidikanya. Asalkan orang tersebut unggul dalam suatu bidang baik akademik ataupun non akademik.

Tujuan pemberian beasiswa menurutnya, adalah untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan. Pemerataan kesempatan belajar bagi para mahasiswa yang berprestasi dan kurang berprestasi, namun secara ekonomis tidak atau kurang mampu secara ekonomi. Mendorong dan mempertahankan semangat belajar mahasiswa sehingga mampu tetap berprestasi dan bergairah dalam menyelesaikan studi.

“Mendorong siswa berpacu mencapai prestasi akademik yang tertinggi sehingga sumberdaya manusia yang potensial tersebut tidak sia-sia. Sasaran awalnya adalah golongan masyarakat yang tidak mampu dari segi ekonomi, agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak,” sebut Mubarak.

Tidak hanya itu, tambahnya, penerima beasiswa seharusnya juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengurangi sifat egoisme. “Supaya ketika mereka lulus dari bangku pendidikan, mampu menerapkan ilmunya untuk kepentingan umum, dan semaksimalnya berusaha menjadi orang yang menyediakan beasiswa bagi penerusnya,” pungkasnya. Hds

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *