Ming. Des 15th, 2019

Muklis Sang Pengemis Jutawan Diamankan Sudin Sosial Jaksel Miliki Uang Rp194,5 Juta

2 min read

Muklis Muctar Besani (65), sang pengemis jutawan diamankan petugas Sudin Sosial DKI Jakarta

 

Jakarta, Diberitakan.com – Muklis Muctar Besani (65), sang pengemis jutawan kembali diamankan Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Selatan untuk kali kedua. Pada 2017 silam, Muklis diamankan sudin sosial karena kedapatan membawa Rp. 90 juta rupiah dari hasil mengemisnya.

Untuk kali ini, di dalam tas Muklis kedapatan membawa uang Rp 194,5 juta saat diamankan lagi oleh sudin sosial Jakarta Selatan saat mengemis di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

“Iya betul, itu malah Rp. 194,5 juta. Jadi dia ketika dilakukan penjangkauan oleh Sudin Sosial Jakarta Selatan. Nah itu dia sudah diikuti pengemis itu, kemudian dia itu lagi pergi ke bank”, terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial, Jakarta Selatan Mursyidin, saat dihubungi Jumat, (29/11/2019).

Menurut Mursyidin petugas Sudin Sosial Jaksel sebelumnya sudah mengikuti Muklis saat dia masuk ke bank. Kemudian, setelah keluar dari bank, pengemis tersebut langsung diamankan oleh petugas.

Setelah diperiksa, pengemis jutawan tersebut memang berencana mengumpulkan uang Rp. 200 juta yang akan dibawa ke kampungnya. Mursyidin mengatakan bahwa pada 2017, pihaknya juga mengamankan pengemis yang sama.

“Pakai buat apa uangnya belum tahu. Yang pasti, dia pengemis itu. Dulu sudah pernah juga dia kena jangkauan sama kita tahun 2017. Waktu itu sampai Rp 90 juta”, cerita Mursyidin.

Biasanya, lanjutnya, setelah diamankan pengemis tersebut akan diserahkan ke panti sosial untuk diberi pembinaan. Sejauh ini sudah ada 279 titik di DKI Jakarta yang dipantau oleh 429 petugas dinsos.

Namun, menurut Mursyidin, fenomena pengemis jutawan ini terus berulang karena masih banyak masyarakat yang memberi uang kepada para pengemis yang ada di lampu merah atau dipinggir jalan.

“Ini karena masyarakan ngasih. Bukan nggak boleh, tapi memang kalau masyarakat mau membantu dan sebagainya, sebaiknya ke lembaga yang sudah kita percaya daripada ke individu itu, maka dia jadi banyak. Kalau nggak ada yang ngasih, mereka ngapain juga ke situ,: ungkapnya.

“Kita imbau ke masyarakat, ayolah, jangan memberi uang di lampu merah, atau memberi ke pengemis. Beri saja ke lembaga-lembaga sosial”, kata Mursyidin mengingatkan. He

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *