Misteri Harta Karun Tersembunyi di Indonesia

 

Peta dugaan Harta Karun di Indonesia

 Dikabari.com    Indonesia memiliki sejarah panjang di masa lalu.Perjalanan sejarah inilah yang menyimpan puluhan harta karun di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari harta karun kerajaan hingga harta karun penjajah-penjajah dahulu.


Konon kabarnya semuanya masih terkubur di wilayah daratan dan lautan Indonesia. Berikut ini 10 harta karun terpendam di Indonesia yang menunggu untuk ditemukan
1. Harta karun warisan Bung Karno.
Harta karun paling fenomenal yang dipercaya hingga sekarang masih ada adalah harta karun peninggalan presiden pertama RI, yaitu Ir. Soekarno.
Konon harta ini terpendam di dalam tanah-tanah seantero pulau Jawa, yang dikumpulkan oleh Bung karno seusai terjadi perang Revolusi. Harta yang dimaksud berupa emas batangan yang memiliki cetak wajah Bung karno di dalamnya.
Meski begitu sampai saat ini harta warisan ini belum ditemukan. Ada yang bilang harta ini justru disimpan di luar negeri, namun tak sedikit yang mempercayainya ada di Indonesia. Harta ini sulit sekali ditemukan karena dianggap dilindungi oleh kekuatan mistis agar harta ini tak jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.
2. Harta karun warisan Tomoyuki Yamashita
Tomoyuki Yamashita adalah seorang jenderal Jepang yang dieksekusi di Filipina. Ia telah melakukan banyak sekali kejahatan hingga layak dieksekusi. Sebelum dieksekusi, ia ditugaskan untuk membawa emas batangan hasil jarahan saat Perang Dunia ke-II. Sayangnya saat Jepang mulai kalah, ia mulai menyembunyikannya di gua-gua yang ada di Pulau Jawa. Harta karun ini belum ditemukan hingga sekarang. Perkiraan nilai dari harta karun ini sangat fantastis, jika dirupiahkan bisa mencapai triliunan rupiah.
 3. Harta karun kerajaan Majapahit
Bisa dibilang Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia. Kerajaan ini memiliki banyak sekali kekayaan hingga kerajaan itu runtuh, kekayaanya menjadi buruan banyak orang.
Kekayaan Kerajaan Majapahit berupa koin emas serta perabotan yang juga semuanya terbuat dari emas. Kekayaan yang besar ini sayangnya terkubur di beberapa tempat di reruntuhan kerajaan. Harta karun Majapahit sampai saat ini masih menjadi misteri. Dan beberapa yang ditemukan kini disimpan di dalam museum.
4. Harta karun reruntuhan Kapal Flor Do Mar
Kapal Flor do Mar adalah kapal milik Portugis yang berlayar di Selat Malaka dengan membawa banyak sekali barang jarahan. Diperkirakan ada sekitar 60 ton emas, berlian, dan juga permata. Sayangnya kapal itu justru karam di Selat Malaka dan sampai sekarang belum ditemukan lagi bangkai kapalnya.
Harta yang berada di kapal ini diperkirakan bernilai sekitar 60 milyar dolar.  Sebuah angka yang fantastis, sehingga membuat para pemburu harta karun terobsesi untuk mencarinya. Sayangnya pencarian yang dilakukan selalu berakhir dengan kekecewaan. Seperti yang terjadi pada Robert Marc, pria ini telah menghabiskan total 200 miliar rupiah untuk melakukan misi pencarian yang gagal ini.
 5. Harta karun Kerajaan Sriwijaya.
Pada tahun 2009 lalu, sebongkah patung emas dengan nilai 4 miliar rupiah ditemukan di Sungai Musi. Akibatnya banyak warga yang mulai ikut-ikutan mencari harta yang konon berasal dari Kerajaan Sriwijaya yang sangat mahsyur di masa lalu. Bahkan pemerintah kota Palembang melakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan eksplorasi. Sayangnya, selama eksplorasi belum ada harta karun yang ditemukan.
 6. Harta karun VOC di Pulau Onrust.
Pulau Onrust bagian dari Pulau Seribu. Di pulau ini lah konon yang digunakan Belanda sebagai benteng pertahanan dan juga sebagai tempat untuk menyimpan harta jarahan VOC berupa emas dan perhiasan selama 3,5 abad menjajah Indonesia. Banyak rumor beredar bahwa adanya terowongan bawah laut dan ruang bawah tanah di pulau ini yang diduga sebagai tempat penyimpanan harta karun.
 7. Harta karun Belanda di Gunung Salak.
Selain cerita mistisnya, Gunung Salak juga dikabarkan menyimpan harta karun Belanda. Dulu, saudagar dan pasukan Belanda ketakutan kalau harta mereka dirampas tentara Jepang yang baru masuk ke Indonesia pada tahun 1942.
Agar hartanya tidak diambil, mereka menguburkan harta tersebut di Gunung Salak lalu membuat peta petunjuk arah untuk menemukan harta itu kembali saat mereka kembali ke Indonesia. Namun ketika Jepang sudah menyerah, Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaan yang membuat serdadu Belanda tidak bisa masuk lagi ke Indonesia. Sampai saat ini harta tersebut tertimbun dan belum ditemukan.
 8. Harta karun Hindu Kuno.
Gunung-gunung yang dikabarkan memendam harta karun di Jawa Tengah adalah Gunung Payung, Gunung Rong, dan Gunung Merbabu. Di tahun 2004 atau 2005, seorang warga menemukan prasasti yang kemudian diketahui berasal dari tahun 612 M, yaitu pada zaman Hindu Kuno. Benda-benda seperti koin emas kuno, cincin tembaga, maupun sendok garpu kuno juga ditemukan sepanjang aliran sungai Banjaran yang berhulu di Gunung Payung tersebut. Kemungkinan penemuan ini hanya sebagian kecil saja dari harta karun zaman Hindu Kuno yang terpendam.
 9. Perairan Pulau Bangka dan Belitung.
Wilayah ini adalah titik sasaran perburuan harta karun dikarenakan banyaknya kapal yang karam sejak zaman kerajaan dahulu kala. Apalagi wilayah ini sejak lama merupakan jalur pelayaran internasional yang ramai.
Menurut catatan kuno, ada sekitar 30 ribu kapal tenggelam dan karam di perairan ini. Dan ini bukanlah bualan semata dimana banyak harta karun ditemukan dan setidaknya sudah ada dua orang yang divonis karena mencuri harta karun tersebut.
 10. Harta karun Kerajaan Singosari.
Sempat bereda kabar burung bahwa ada harta karun tersembunyi di Malang yang merupakan peninggalan Kerajaan Singosari. Seperti yang kita dapat dari pelajaran sejarah, Kerajaan Singosari merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara.
 Di Malang lah tempat ditemukannya daun emas yang konon berasal dari zaman Singosari. Berbeda dengan yang lain, harta karun ini bernuansa mistis karena konon dijaga oleh ribuan prajurit tak kasat mata. Jika kalian ingin menemukan harta karun ini, pastikan anda membawa seekor anjing hitam legam untuk mengendus dan membongkar tanah seperti yang dianjurkan kepala prajurit Singosari tersebut.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *